“Orang yang menginginkan putranya alim, hendaklah suka memelihara, memuliakan, mengagungkan, dan menghaturkan hadiah kepada kaum ahli agama yang tengah dalam pengembaraan ilmiahnya. Jika nantinya ternyata bukan putranya yang alim, maka cucunyalah yang mewarisi kealiman.”
Kitab Ta’limul Muta’allim, Hal : 44-45.
Sumber: FB Ust. Kholil Syamsul Arifin





