Sanad itu sebab pertama pekara itu menjadi sahih, kuat, teguh & terputusnya sanad itu menjadi puncak kelemahan atau dhaif. Sanad itu penghubung, perantara, karena siapa saja yang ingin berilmu perlu adanya guru? Karena dengan perantaraan guru itu ilmu kita menjadi sahih. Guru yang belajar dengan guru yang benar sanadnya, maka bersanad sampai Rasulullah SAW.
Disini wujudnya keberkahan, kekuatan. Inilah dalil bahwa tawasul itu adalah sebagian dari Islam.
Makna TAWASUL – al‑wasīlah (الوسيلة) adalah penghubung, wasilah, perantaraan yang bersambung (The Connection).
Bukan saja ilmu kita perlu ada perantaraan yang bersambung, rohaniat juga diperlukan perantaraan yang bersambung, sehingga ntuk mendapatkan keberkahan dari Rasulullah SAW juga kita perlu menlalui perantaraan yang bersambung, begitu juga do’a.
Do’a terus kepada Allah SWT itu baik, tapi do’a dengan perantaraan bersambung itu jauh lebih baik karena itu merupakan bagian dari iman, Islam, ihsan dan perjuangan.
Seseorang yang belajar sendiri tanpa ada guru itu baik, tetapi belajar dengan guru itu jauh lebih baik.
Shalat sendirian itu baik, tapi shalat berjamaah dengan imam itu jauh lebih baik.
Meyakini pekara yang tidak mampu kita lihat tapi kita tahu & kita rasakan akan adanya semangat sebab perantaraan (ketersambungan) itulah yang disebut ROHANIAT.
Sayyidina Umar R.hu. memegang tangan Sahabat R.hu yang baru pulang dari ziarah makam Rasulullah SAW:
“Apabila terjadi musim kemarau pada zaman Sayyidina Umar R.hu., beliau keluar bersama orang banyak lalu berdo’a dengan bertawassul melalui Sayyidina ‘Abbas bin Abdul Muttalib R.hu. Sayyidina Umar R.hu. berkata: ‘Ya Allah, dahulu kami bertawassul kepada‑Mu dengan Nabi kami, lalu Engkau menurunkan hujan. Sekarang kami bertawassul kepada‑Mu dengan bapak dari saudara Nabi kami, maka turunkanlah hujan.’ Lalu hujanpun turun.“ (Hadits Riwayat Imam al‑Bukhari)
Baca Al-Qur’an dengan hafalan itu baik, tapi baca Al-Qur’an dengan terus melihat mushaf Al-Qur’an itu jauh lebih baik, melihat ayat Al-Qur’an itu saja dapat pahala apalagi membacanya juga dengan tadhabur ayatnya, semakin kuat perantaraan jiwa kita dengan Al-Qur’an, semakin kita tersambung dengan Allah SWT.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلاً
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amalan yang diterima.“
Wallahua’lam
Aki Naszeri






