Pernikahan Sakinah Mawaddah wa Rahmah

Tujuan pernikahan yang paling agung adalah ketaatan Allah SWT.
Tujuan pernikahan yang paling tinggi adalah ketaatan Allah SWT.
Tujuan pernikahan yang paling spesial adalah ketaatan Allah SWT.

Dahi yang kosong dari sujud kepada Allah SWT adalah musibah.
Mata yang kosong dari menangis karena dosa dan melihat kebaikan adalah musibah.
Telinga yang kosong dari mendengar kebaikan adalah musibah.
Mulut yang kosong dari dzikir dan sholawat adalah musibah.
Tangan yang kosong dari sedekah adalah musibah.
Kaki yang kosong dari melangkah ke majelis taklim adalah musibah.
Hati yang kosong dari kebesaran Allah SWT adalah musibah.

Suami yang membawa rezeki yang melimpah ke rumah tapi tidak pernah menjadi teladan untuk selalu menjaga shalat ini adalah musibah.
Istri yang lelah dan sabar mengurus rumah, tapi lelahnya tidak dibarengi dzikir dan do’a ini adalah musibah.
Anak yang tumbuh pintar tapi tidak faham adab dan makna sujud adalah musibah.
Suami istri yang jarang bertengkar tetapi jarang menasehati dalam ketaatan kepada Allah SWT adalah musibah.
Aktifitas dunia penuh setiap harinya tapi aktifvitas akhirat kosong adalah musibah.

Ayah akan pukul anaknya ketika tidak naik kelas, tapi ayah yang sama tidak pernah pukul anaknya karena meninggalkan shalat adalah musibah.
Suami yang tersenyum melihat istri keluar rumah tanpa hijab, juga suami tidak pernah menangis karena istrinya meninggalkan shalat adalah musibah.

Suami yang pulang ke rumah dan bertanya: Wahai Adindaku tersayang tadi shalat dhuha kan? Baca Al Qur’an? Dzikir pagi petang? Shalat sunnat rawatibnya juga dijaga? Anak-anak diajari adab Sunnah sehari-hari dan doa-do’a masnunah?

Suami yang baik bukan hanya sekedar memberikan nafkah yang baik, tetapi suami juga bertanggung jawab kepada istri dan anak-anaknya supaya semakin taat kepada Allah SWT.

Di sepertiga malam terakhir, istri membangunkan suaminya untuk shalat tahajud, Baca Al Qur’an, dzikir dan do’a.

Inilah maksud yang sesungguhnya menikah semakin taat kepada Allah SWT, semakin dekat dengan Allah SWT, semakin cinta kepada Allah SWT.

Kalau punya suami dan istri, satu sama lain saling mengajak taat kepada Allah SWT, berarti rumah tangga sudah ada di jalan yang benar.

Mari menjadi orang yang taat kepada Allah SWT!
Mari jadikan istri juga taat kepada Allah SWT!
Mari jadikan anak-anak juga taat kepada Allah SWT!
Mari jadikan juga keluarga di seluruh dunia menjadi taat kepada Allah SWT dengan mendakwahkan iman dan Islam kepada mereka dari hati ke hati, pintu ke pintu, lorong ke lorong, kampung ke kampung, daerah ke daerah, negara ke negara.

Madinah 5 Oktober 2026
Mahodum Hasibuan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *